BELI DI CALO, TIKET KA DINYATAKAN HANGUS


JAKARTA (Suara Karya): Akibat membeli tiket di calo, ratusan calon penumpang kereta api (KA) dari Bandung ke sejumlah kota di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur terpaksa harus membeli tiket KA resmi.

Tiket yang mereka beli di calo dinyatakan tidak berlaku atau hangus karena nama penumpang di tiket tidak sama dengan identitas yang tercantum dalam kartu tanda penduduk (KTP).

Ratusan tiket yang dinyatakan hangus itu berasal dari calon penumpang KA Pasundan dan KA Pasundan Lebaran untuk tujuan Surabaya yang berangkat Selasa (14/8) pagi. Jumlah tiket yang hangus itu bertambah karena digunakan calon penumpang KA Kahuripan ke Kediri dan KA Kutojaya Selatan ke Kutoarjo berangkat Selasa (14/8) malam.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun di Stasiun Kiaracondong, Bandung, para calon penumpang sebelumnya membeli tiket di calo. Sebagian lagi menitipkan pembelian ke kerabat dan tetangga tanpa sadar adanya pemberlakuan kebijakan nama pengguna di tiket harus sesuai dengan di kartu tanda penduduk (KTP).

Calon penumpang yang tertipu calo itu kemudian disarankan membeli kembali tiket melalui loket khusus yang disiapkan untuk melayani para calon pemudik. “Mereka tidak bisa menggunakan tiketnya karena dibeli dari calo,” kata Manajer Humas PT Kereta Api Daerah Operasi II Bandung, Bambang S Prayitno, di Bandung, kemarin.

Menurut dia, ratusan tiket “bodong” itu terjaring setelah manajemen PT Kereta Api mulai memberlakukan sistem boarding di stasiun kereta, yakni penumpang yang boleh memasuki stasiun hanya yang membawa tiket. Nama penumpang pun harus sama dengan identitas yang tercantum dalam tiket. Sistem itu mulai diberlakukan sejak H-7, yakni mulai 12 Agustus 2012. “Ini salah satu yang harus menjadi perhatian masyarakat. Jadi, membeli tiket dari calo itu tidak berguna,” ujar Bambang.

Sementara itu, Menteri Perhubungan (Menhub) EE Mangindaan mengatakan, jumlah pemudik Lebaran 2012 yang menggunakan kereta api mengalami peningkatan 16,2 persen dibanding tahun lalu. “Perjalanan reguler 198 kereta api per hari (untuk Lebaran) naik menjadi 216 perjalanan. Jadi untuk Lebaran ditambah 26 kereta api,” ujarnya.

Menurut Mangindaan, PT KAI juga telah mempersiapkan 46 kereta api tambahan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. Diperkirakan, pengguna moda angkutan kereta api mencapai 2,2 juta pemudik Lebaran tahun ini.

Terkait dengan lonjakan penumpang, Kementerian Perhubungan meresmikan pengoperasian tiga rangkaian KA ekonomi yang dilengkapi pendingin ruangan (AC) untuk lintas perjalanan Pasar Senen-Semarang serta dua rangkaian di lintas Pasar Senen-Malang. Selain itu juga dioperasikan tiga set Kereta rel diesel elektrik (KRDE) AC. Kereta yang dioperasikan itu hanyalah pendukung angkutan Lebaran di lintas Pasar Senen-Tegal dan satu set KA lainnya melayani rute Cilacap-Kroya-Kutoarjo.

KA produksi PT Industri Kereta Api Indonesia (Inka) Madiun itu, menurut dia, merupakan jawaban langsung pemerintah terhadap banyaknya permintaan masyarakat atas kereta ekonomi. Saat ini pemerintah membangun kereta ekonomi yang diilengkapi fasilitas pendingin. Kereta yang pengoperasiannya diserahkan kepada PT KAI itu, dibangun menggunakan biaya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2012 dengan nilai Rp 174 miliar.

“KA ekonomi AC adalah komitmen pemerintah yang diberikan kepada masyarakat. Ini sudah dilakukan sejak 2010 dan ke depannya tidak ada lagi kereta yang tidak dilengkapi AC,” kata Menhub.

Sementara itu, Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Tunjung Inderawan mengatakan, penyediaan fasilitas AC itu merupakan standar pelayanan yang telah ditetapkan pemerintah. Kereta ekonomi AC yang pertama diserahkan pemerintah pada tahun 2010 yakni KA Bogowonto. Selanjutnya pada 2011 kembali diserahkan KRDI AC Madiun Jaya Ekspres, melayani lintas Madiun-Solo-Yogyakarta. Kemudian secara berturut-turut juga diserahkan KA ekonomi AC Gajah Wong dan Way Umpu yang melayani Tanjung Karang-Kota Bumi.

Di samping itu, Kemenhub akan memberangkatkan ribuan sepeda motor milik para pemudik secara gratis menggunakan kapal KRI Banda Aceh dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Tanjung Emas, Semarang. Pemberangkatan pertama dilakukan mulai 16 Agustus dengan 1.004 unit, sisanya akan diberangkatkan pada 18 Agustus 2012. (Syamsuri S)

SUMBER : http://www.suarakarya-online.com/

  1. Tinggalkan komentar

Silahkan Berkomentar Disini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: