TARIF KA CIANJURAN NAIK


INILAH.COM, Cianjur – Rencana kenaikan tarif kereta api ekonomi jurusan Cianjur–Padalarang yang semula hanya Rp1.500 menjadi Rp10.000 mulai tanggal 8 April 2012 nanti, sangat disayangkan sejumlah masyarakat yang biasa menggggunakan moda transportasi murah meriah ini. Mereka pun mulai berpikir dua kali untuk menggunakan jasa kereta api seandainya tarif naik.

Gusti Webi Agustian (34), warga Gang Laksana II Kelurahan Sayang Kecamatan/Kabupaten Cianjur mengaku, kerap menggunakan jasa angkutan kereta api Cianjur-Padalarang karena murah. “Tapi jika ongkos naik menjadi Rp10.000, lebih baik menggunakan bus saja jika saya pergi ke Padalarang,” ujar Webi yang mengaku bekerja di salah satu pabrik di Padalarang, Rabu (4/4/2012).

Kepala Stasiun KA Cianjur Sutrisno tak memungkiri seandainya tarif naik, maka kereta api diprediksi tidak akan lagi menjadi moda transportasi primadona masyarakat Cianjur. Namun, kebijakan menaikan tarif itu bukan kewenangannya. “Ini merupakan kebijakan dari pusat. Setiap kebijakan sudah diperhitungkan sedemikian mungkin dengan segala resikonya,” kata Sutrisno kepada INILAH.COM di ruang kerjanya, Rabu (4/4/2012).

Menurut Sutrisno, semula rencana menaikan tarif ini akan diberlakukan mulai tanggal 1 April 2012. Namun karena ada sesuatu hal, maka rencana akan diberlakukan mulai tanggal 8 April 2012. “Alasan pengunduran pemberlakukan tarif baru ini juga saya tidak tahu, karena yang berwenangan memberikan penjelasan dari pihak pusat,” sebutnya.

Meskipun begitu, kata Sutrisno, kenaikan tarif ini tentunya dipastikan akan dibarengi dengan peningkatan pelayanan kepada para penumpang. Misalnya saja dengan memberikan kenyamanan selama perjalanan. “Kita mengistilahkannya dengan salonisasi. Malahan mulai tanggal 1 Maret 2012 lalu, sudah mulai diberlakukan larangan merokok di dalam kereta api. Setiap hari kita selalu memeriksa penumpang ke dalam gerbong. Dikhawatirkan juga ada penumpang bodong,” tukasnya.

Setiap harinya, rata-rata penumpang kereta api Cianjur–Padalarang berkisar antara 300 hingga 350 orang. Paling banyak biasanya jika musim liburan atau akhir pekan. Para penumpang dilayani dua gerbong kereta api dengan dua kali pemberangkatan setiap pukul 05.00 WIB dan pukul 11.30 WIB. Setiap gerbong mampu menampung sekitar 100–150 orang penumpang.

“Jika menghitung rata-rata, pendapatan dari Stasiun Kereta Api Cianjur setiap bulan paling hanya mendapatkan lebih kurang Rp450.000. Kalau bisa dibilang pendapatan dari Stasiun Kereta Api Cianjur ini memang cukup minim,” pungkasnya.[ang]

SUMBER : http://ekonomi.inilah.com/

  1. #1 by Hilda on 1 Juni 2012 - 10:33 am

    Akhir maret saya mencoba naik kereta ini ke cipueyeum, bukan hanya bebas merokok, bahkan penjual rokoknya pun bebas naik ke gerbong dan ikut dalam perjalanan. Soal beli tiket/tidak, saya tidak tahu. Harga tiket yg naik >500% semua penumpang merasa keterlaluan. Sedangkan bus ekonomi saja paling mahal Rp.6.000,-. Padahal kereta api ini jalannya lambat, ‘ngetem’nya lama, jadwalnya pun sangat terbatas, apalagi tidak tersedia kamar kecil. Coba bandingkan dengan tarif kereta lokal di bandung, sungguh harga baru ini konyol!

Silahkan Berkomentar Disini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: