MENGINTIP SEJARAH KERETA API DI GRAHA PARAHYANGAN


Bagi sebagian orang berwisata ke museum mungkin sesuatu hal yang membosankan. Namun, tidak ada salahnya mencoba berwisata sambil menambah ilmu pengetahuan.

Pengetahuan pada umumnya dimulai dari ketertarikan. Jika Anda tertarik dengan wisata heritage lokomotif, sekarang tidak perlu jauh-jauh ke Ambarawa untuk melihat berbagai macam peninggalan sejarah yang berhubungan dengan perkeretaapian di Indoneisa.

Graha Parahyangan Railways Museum and Gallery menawarkan pengetahuan tentang perkeretaapian untuk masyarakat.

Museum dan galeri ini berada di Jalan Dayang Sumbi No 10 Bandung. Letaknya tidak jauh dari kampus Institut Teknologi Bandung (ITB).

Koleksi museum yang baru dibuka secara resmi tanggal 21 Juni 2010 ini memang belum banyak.

Namun, ada beberapa pajangan yang langsung didatangkan dari Museum Ambarawa, Jawa Tengah, seperti mesin pembuat karcis, mesin cetak tanggal karcis, alat komunikasi telegraf, telepon kayu, serta alat hitung odhever.

Yohanes Caturwindu, Staf Heritage PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bandung, mengatakan walaupun koleksi museum ini masih belum lengkap, namun sudah banyak pengunjung yang tertarik untuk melihat alat-alat bersejarah ini.

“Kebanyakan yang datang pencinta heritage serta siswa sekolah dasar yang berkunjung untuk menambah wawasan mereka,” ucapnya, baru-baru ini.

Konsep pemanfaatan Garaha Parahyangan selain untuk meseum, juga merupakan galeri yang diutamakan untuk mendukung kegiatan dan pameran produk industri kreatif.

Menurut Yohanes, konsep pemanfaatan bangunan tersebut disesuaikan untuk mendukung kegiatan masyarakat Bandung yang dikenal kreatif.

Selain tempat edukatif, Graha Parahyanagn menjadi gedung pendukung kegiatan serta produk industri kreatif yang ada di kota ini.

“Kami mendukung anak-anak muda maupun pemain bidang industri kreatif Bandung dengan mengadakan berbagai macam pameran hasil karya mereka,” kata dia.

Selain museum dan galeri, Graha Parahyangan juga bisa difungsikan sebagai sarana ruang pergelaran seni serta ruang seminar atau rapat.

Ke depannya, kata Yohanes, di halaman Graha Parahyangan ini akan diletakan gerbong-gerbong yang berisi merchandise.

Selain itu, gerbong tersebut juga akan dijadikan kafe, sehingga gedung bersejarah ini bisa lebih bermanfaat dan memiliki nilai bisnis bagi PT KAI.

PT KAI memang sedang memugar beberapa gedung yang berpotensi wisata serta berpeluang bisnis.

Selain di Bandung, perusahaan kereta api Indonesia ini juga sedang memugar Lawang Sewu di Semarang.

“Hal ini agar pemanfaatan gedung yang dimiliki perusahaan dapat maksimal,” ucap Yohanes.

Untuk masuk ke museum dan galeri Graha Parahyangan saat ini masih gratis. Tapi ke depannya, PT KAI akan memberlakukan tarif masuk jika pemugaran serta fungsi bangunan sudah maksimal. (Roberto Purba/hh)

Alamat : Graha Parahyangan Railways Museum and Gallery Jl Dayang Sumbi No 10 Bandung, http://www.indonesiaheritagerailways.com

SUMBER : http://bisnis-jabar.com/

  1. Tinggalkan komentar

Silahkan Berkomentar Disini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: