BANDUNG KE JAKARTA BISA DITEMPUH 50 MENIT


JAKARTA, (PRLM).- Dalam tempo enam tahun mendatang, Indonesia akan memiliki kereta cepat rute Jakarta-Bandung sepanjang 144 km yang dibangun melalui skema Publik Private Partnership (Kerjasama Pemerintah Swasta/KPS). Jika terealisasi, waktu tempuh Bandung – Jakarta bisa dipersingkat menjadi 50 menit dari selama ini sekitar 3 jam.

Demikian dikatakan Direktur Kerjasama Pemerintah Swasta Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Bastari Pandji Indra di Jakarta, Senin (19/3/12). “Ini kan baru mulai, paling cepat enam atau tujuh tahun lagi, sekitar 2018 baru bisa dinikmati,” kata Bastari dalam seminar “Prefeasibility Studies High Speed Railway Jakarta-Bandung”.

Ia menjelaskan, dalam merealisasikan projek tersebut, pemerintah akan menyiapkan secara rinci segala kebutuhan dari awal. Hal ini dikarenakan pemerintah berusaha untuk mengurangi atau tidak mengulangi lagi kejadian seperti pelaksanaan projek-projek KPS sebelumnya yang sempat tertunda, seperti projek monorail.

“Kegagalan masa lalu merupakan pelajaran bagi pemerintah, kita berharap dengan adanya studi seperti ini, projek-projek KPS akan lebih baik lagi,” ujarnya.

Dalam pemaparan hasil Prefeasibility Studies disebutkan bahwa proyek kereta cepat Jakarta-Bandung siap dibangun untuk mengurangi lalu lintas darat yang makin padat. Kereta ini bahkan menjanjikan waktu tempo 45 menit-50 menit mulai dari Dukuh Atas (Jakarta) hingga Gedebage (Bandung).

Mitra Indonesia dalam projek tersebut, yakni The Ministry of Land, Infrastructur, Transport and Tourism of Japan (MILT) telah melakukan studi kelayakan awal jalur serta kereta yang digunakan. Dalam penyusunan studi, MILT bekerja sama dengan Japan Railway Technical Service (JARTS) dan Yachiyo Engineering Co. Ltd.

Hasil studi menunjukkan, penumpang kereta Jakarta-Bandung terbilang minim, 3.600 orang per hari. Bandingkan dengan pengguna jasa mobil 45.000 orang per hari, atau bis 18.000 orang per hari.

Perjalanan menggunakan kereta Jakarta-Bandung pun terbukti paling mahal Rp 80 ribu, dengan waktu tempuh tiga jam. Bandingkan biaya akomodasi menggunakan mobil yang hanya Rp 48.500 atau bus Rp 45 ribu, dengan waktu tempuh sekitar dua jam.

Selain itu, jalur kereta cepat ini menghubungkan Dukuh Atas-Bekasi-Karawang-Bandara International Baru (Kabupaten Karawang)-Bandung kota-Gedebage. Dalam studi ini juga menyebut, akan tersedia kereta cepat Jakarta-Bandara baru (Purwakarta) dengan waktu tempuh 20 menit.

“Hari ini akan dipaparkan hasil feasibility study. Dimana projek ini menghubungkan Jakarta-Bandung sepanjang 144 Km. Ini menjadi awal yang baik,” ungkap Bastari.

Berdasarkan studi MLIT, tahun 2020 akan ada 68 ribu penumpang yang berpindah dari Jakarta-Bandung. Penumpang ini menggunakan moda transportasi berbiaya murah sekitar Rp50 ribu. Sedangkan pada 2050, penumpang yang akan melintas 186 ribu orang. Jadi, projek ini akan menjadi kebutuhan bagi masyarakat, tegasnya.

Pembangunan projek ini menghabiskan dana Rp 56,108 triliun atau setara 5,95 miliar dolar AS. (kominfo/A-88)*

SUMBER : http://www.pikiran-rakyat.com/

SUMBER GAMBAR : http://i684.photobucket.com/

  1. Tinggalkan komentar

Silahkan Berkomentar Disini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: