KERETA API TABRAK MINIBUS 11 ORANG TEWAS


TRIBUNNEWS.COM, TASIKMALAYA – Raut wajah Aqwal (12) pucat pasi melihat minibus sarat penumpang yang dikemudikan ayahnya, Yudi (35), dihantam keras Kereta Api Pasundan jurusan Kiaracondong-Surabaya, di perlintasan tanpa palang pintu di depan SMA Negeri III, Kelurahan Sukanagara, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Minggu (18/3/2012).

Setelah dihantam keras, minibus Carry berpenumpang 14 orang itu terguling beberapa kali kemudian terhempas ke persawahan dengan posisi ban di atas. Aqwal mulai menangis karena syok, melihat tragedi di depan matanya itu. Sementara warga sekitar berlarian memburu minibus yang nyaris tak berbentuk itu.

Diketahui tujuh penumpang tewas di tempat dengan kondisi luka mengenaskan. Ada yang terbelah kepalanya, ada pula yang putus anggota badannya. Sambil menunggu polisi datang, proses evakuasi pun langsung dilakukan warga. Setelah polisi datang, satu per satu korban dibawa ke RSU Tasikmalaya. “Kondisi korban meninggal sangat mengenaskan,” tutur Memet (57), warga sekitar.

Ketujuh orang meninggal antara lain, Pebi (18), Vina (11), Yedi (35), Kiki (20), Zaki (1,5), Epul (25) dan Padil (6). Dalam proses perawatan di UGD RSU, empat korban lagi meninggal, yakni Debi (9), Reihan (4), Hj Uum (60) dan Iin (30). Reihan meninggal saat akan dirujuk ke RSHS Bandung. Sementara yang masih dirawat intensif, Yudi (35), Yani (28) dan Sertia (13).

“Saya sebenarnya sudah berteriak-teriak pada Bapak, ada kereta api, ada kereta api. Tapi mobil malah berhenti di atas rel,” tutur Aqwal dengan nada masih syok saat ditemui di RSU Tasikmalaya.

Saat itu rombongan dari keluarga besar Hj Uum (60), warga Jalan Benda, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, bermaksud piknik ke obyek wisata Situ Gede. Yudi yang tinggal di Perumahan Tamansari, Kecamatan Tamansari, menjemput saudara serta Hj Uum, ibu kandungnya, di Jalan Benda.

Sebelum menuju lokasi obyek wisata, ia bermaksud menjemput dulu Aqwal, anak kandungnya, yang menjadi santri Pondok Pesantren Cintapada. Untuk menuju pesantren, Yudi mengambil jalan pintas dengan menyeberang rel tanpa palang pintu depan SMA Negeri III. Saat itulah musibah akhirnya terjadi.

“Kami masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Namun dari keterangan sementara sejumlah saksi mata di lokasi, termasuk anak kandung sopir, musibah yang banyak merenggut nyawa itu terjadi diduga akibat kelalaian sopir. Ia diduga tidak hati-hati menengok kiri kanan saat melintas di atas rel,” jelas Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Gupuh Setiyono, yang berada di lokasi musibah. Ia pun menyebutkan, seluruh penumpang terdiri dari tiga keluarga dalam satu keluarga besar almarhumah Hj Uum.

Kepala Stasiun KA Tasikmalaya, Yanyan Subartiana mengatakan, KA Pasundan berangkat dari stasiun pukul 09.20 WIB. KA bernomor lok CC 20194 yang dimasinisi Zulkifli ini melaju dengan kecepatan sekitar 60 km per jam di KM 274+1/2 persis di lokasi kejadian. KA baru berhenti di Stasiun Awipari untuk melaporkan musibah tersebut, dan selanjutnya meneruskan perjalanan.

Hingga petang hari ratusan warga masih memadati lokasi musibah. Mobil yang nyaris tak berbentuk lagi sudah dievakuasi dengan mobil derek siang sebelumnya dan diamankan di Mapolres Tasikmalaya Kota. Sementara para petugas kantor Jasa Raharja Perwakilan Tasikmalaya melakukan pendataan para korban. Tidak hanya yang tewas tapi juga yang mengalami luka-luka.

Seluruh korban tewas sudah dibawa pulang. Sebelumnya dipulasara di Kamar Mayat dan setiba di rumah duka dimakamkan di tiga tempat, yakni Ciwarak, Kecamatan Salopa, Kabupaten Tasikmalaya, Jalan Benda dan di Kecamatan Manonjaya. (stf)

SUMBER : http://www.tribunnews.com/

SUMBER GAMBAR : http://data.tribunnews.com/

  1. Tinggalkan komentar

Silahkan Berkomentar Disini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: