PT KAI AKAN OPRASIKAN KERETA UAP BANDUNG – CIANJUR


TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG – PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan membuka jalur wisata sejarah Bandung-Cianjur. Untuk mendukung dan meningkatkan wisatawan di jalur tersebut maka PT KAI akan menggunakan lokomotif uap.

“Jalur kereta api Bandung-Cianjur merupakan jalur heritage, ada beberapa bangunan bersejarah, termasuk terowongan pertama di Indonesia yaitu terowongan Lampegan sepanjang 626 meter. Pada jalur itu pun terdapat objek megalitik Gunung Padang, yang punya nilai sejarah tinggi. Jalur itu diusulkan menggunakan KA berlokomotif uap,” kata Vice President Bangunan dan Unit Pelestarian Benda Bersejarah PT KAI Bidjak Filsadjati kepada wartawan, di Kantor Daop II Bandung, Rabu (22/2).

Pengembangan jalur wisata sejarah tersebut, kata Bidjak, akan bekerja sama dengan Pusat Kebudayaan Belanda, Erasmus Huis. Proyek itu nantinya akan menjadi proyek percontohan di wilayahDaerah Operasional (Daop) II Bandung. Jalur Bandung-Cianjur yang saat ini dilayani oleh KA lokal itu akan menjadi daya tarik wisatawan seperti halnya jalur bersejarah di Ambarawa.”Lokomotif uap masih banyak yang bisa diperbaiki untuk dioperasikan lagi,” katanya.

Sementara menurut Kepala Humas PT KAI Daop II Bandung, Bambang Setya Prayitno, pihaknya bekerja sama dengan Kedutaan Besar Belanda dan Erasmus Huis akan melakukan pemetaan potensi wisata pada jalur Bandung-Cianjur. Selanjutnya, hasil pemetaan itu akan dibuat katalog, yang fungsinya sebagai acuan pameran perkeretaapian yang akan diselenggarakan oleh Erasmus Huis di Belanda.

Di tempat terpisah, Direktur Utama PT KAI Pariwisata, Adi Suryatmini, mengatakan perlu adanya upaya pelestarian dan pengembangan potensi wisata pada jalur-jalur kereta api, termasuk Bandung-Cianjur. Hal itu karena memiliki nilai tambah sekaligus menjadi daya tarik bagi wisatawan dalam dan luar negeri.
“Jelas, kami mendukung upaya-upaya untuk meningkatkan potensi pariwisata, termasuk jalur Bandung-Cianjur. Misalnya, melalui promosi dan pemasaran. Karenanya, perlu sinergitas seluruh pihak,” kata mantan Kepala Humas PT KAI ini.

Terowongan Lampegan berada di jalur Cianjur – Sukabumi. Terowongan itu sempat longsor akibat gempa bumi pada 2001, namun saat ini sudah direvitalisasi tapi belum dioperasikan.

Terowongan itu merupakan terowongan KA terpanjang di Indonesia yang dibangun oleh perusahaan kereta api SS (Staats Spoorwegen) pada 1879 – 1882. Jika jalur kereta api Bandung-Cianjur-Sukabumi dihidupkan kembali dengan melewati terowongan Lampegan itu, jumlah wisatawan akan meningkat. Hal ini karena jalur tersebut memiliki potensi wisata yang besar. Selain Terowongan Lampegan di jalur KA itu juga terhampar pemandangan kebun teh yang indah, serta kawasan situs megalitik Gunung Padang. Situs megalitik di Desa Karyamukti, Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur, ini adalah yang terbesar di Asia Tenggara. (win)

SUMBER : http://www.tribunnews.com/

SUMBER GAMBAR : http://blogspot.com/

  1. Tinggalkan komentar

Silahkan Berkomentar Disini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: